WELCOME TO

LOGO REVOLTERS COMMUNITY

LOGO REVOLTERS COMMUNITY

Muqadimah

Kumpulan Video Thufail al Ghifari

Khilafah adalah Solusi !!

zhidunk Pictures, Images and Photos cantiknyaIslam Pictures, Images and Photos

12 Mei 2009

BULETIN AN-NAHDHAH EDISI 3



>Jatuh-Bangun Negara Khilafah Islamiyah


Sobat Muda, alhamdulillah pada edisi buletin an-Nahdhah di bulan ini, kami kembali menghadirkan rubrik-rubrik atau bacaan yang insya Allah bisa menambah ilmu, wawasan dan pengetahuan kamu tentang Islam. Mengenai judul yang kami angkat kali ini adalah “Jatuh-bangun Negara Khilafah Islamiyah”. By the way apa sih Khilafah Islamiyah? Khilafah Islamiyah itu adalah sebuah institusi atau Negara, dimana Negara tersebutlah yang akan menjalankan hukum-hukum Islam secara total, baik itu masalah kita wudhu’ sampe kita ini di atur dalam masalah pergaulan, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan maaasih banyak lagi!. Islam emang lengkap en sempurna, Keren kan?. Nah bagaimana perjalanan sejarah kejayaan dan kejatuhan dari Negara Islam super power ini dalam memimpin peradaban dunia selama 14 abad kala itu? Mari kita simak sejarahnya!

Perang bukan Untuk Menghancurkan, Tapi Untuk Pembebasan.

Guys, Nggak banyak yang tau kalo lebih-kurang sekitar 85 tahun yang lalu umat Islam masih punya sejarah kejayaan. Kini semuanya tinggal puing-puing belaka. Kapankah akan bangkit?

Bicara tentang kejayaan peradaban Islam di masa lalu, dan juga jatuhnya kemuliaan itu seperti nostalgia. Orang bilang romantisme sejarah. Nggak apa-apa kok, kadang ada baiknya juga di jadikan sebagai bahan renungan. Toh, bukankah masa lalu juga adalah bagian dari hidup kita. Baik atau buruk, masa lalu adalah milik kita. Kaum Muslimin pernah memiliki kejayaan di masa lalu. Masa dimana Islam menjadi trendsetter sebuah peradaban modern. Peradaban yang di bangun untuk kesejahteraan umat manusia di muka bumi.

So, masa kejayaan itu bermula saat rasulullah mendirikan pemerintahan Islam, yakni Negara Khilafah Islamiyah di Madinah. Tongkat kepemimpinan bergantian di pegang oleh Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan seterusnya. Di masa Khulafaur-Rasyidin ini Islam berkembang pesat. Perluasan wilayah menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya penyebarluasan Islam ke seluruh penjuru dunia. Islam datang membawa rahmat bagi seluruh manusia. Penaklukan wilayah-wilayah, adalah sebagai bagian dari upaya menyebarkan Islam, bukan menjajahnya. Itu sebabnya, banyak orang yang kemudian tertarik kepada Islam.

Satu contoh menarik adalah tentang futuh Makkah (penaklukan Makkah), Rasulullah dan sekitar 10 ribu pasukannya memasuki kota Makkah. Kaum Quraisy menyerah dan berdiri di bawah kedua kakinya di pintu Ka’bah. Mereka menunggu hukuman Rasul setelah mereka menentangnya selama 21 tahun. Namun,ternyata Rasulullah justru memaafkan mereka.

Sobat muda, begitu pula yang di lakukan oleh Shalahuddin al-Ayubi ketika merebut kembali Jerussalem dari tangan pasukan Salib Eropa, ia malah melindungi jiwa dan harta 100 ribu orang barat. Shalahuddin juga memberi izin keluar kepada mereka dengan sejumlah tebusan kecil oleh mereka yang mampu, juga membebaskan sejumlah besar orang-orang miskin. Panglima Islam ini pun membebaskan 84 ribu orang dari situ. Malah, saudaranya, al-Malikul Adil, membayar tebusan untuk 2 ribu orang laki-lai di antara mereka.

Padahal 90 tahun sebelumnya, ketika pasukan salib eropa merebut Baitul Maqdis, mereka justru melakukan pembantaian. Diriwayatkan bahwa ketika penduduk al-Quds berlindung ke mesjid Aqsa, di atasnya di kibarkan bendera keamanan pemberian panglima Tancard. Ketika mesjid itu di penuhi dengan orang-orang (orang tua, wanita, dan anak-anak), mereka di bantai habis-habisan seperti menjagal kambing. Darah-darah muncrat mengalir di tempat ibadah itu setinggi lutut penunggang kuda. Kota menjadi bersih oleh penyembelihan penghuninya secara tuntas. Jalan-jalan penuh dengan kepala yang hancur, kaki-kaki yang putus, dan tubuh-tubuh yang rusak.

Para sejarawan Muslim menyebutkan jumlah mereka yang di bantai di masjid Aqsa sebanyak 70 ribu orang. Para sejarawan Perancis sendiri tidak mengingkari pembabtaian mengerikan itu, bahkan mereka kebanyakan menceritakannya dengan bangga. Waduh!

Fakta ini cukup membuktikan betapa Islam mampu memberikan perlindungan kepada penduduk yang wilayahnya di taklukan. Karena perang dalam Islam memang bukan untuk menghancurkan, tapi memberi membebaskan wilayah tersebut dari kekufuran. Dengan begitu , Islam pun tersebar hampir dua per tiga wilayah di dunia. Fantastis bukan?

Peradaban Emas.

Peradaban Islam memang mengalami jatuh-bangun, berbagai peristiwa telah menghiasi perjalanannya. Meski demikian, orang tidak mudah untuk begitu melupakan peradaban emas yang berhasil di torehkannya untuk umat manusia ini. Pencerahan pun terjadi di segala bidang dan di seluruh dunia. Sejarawan barat beraliran konservatif, W Montgomery Watt menganalisa tentang rahasia kemajuan peradaban Islam, ia mengatakan bahwa Islam nggak mengenal pemisahan yang kaku antara ilmu pengetahuan, etika, dan ajaran agama. Satu dengan yang lain, di jalankan dalam satu tarikkan nafas. Pengamalan Syariat Islam, sama pentingnya dan memiliki prioritas yang sama dengan riset-riset ilmiah.

Andalusia (sekarang Spanyol), menjadi pusat ilmu pengetahuan di masa kejayaan Islam, telah melahirkan ribuan ilmuan, dan menginspirasi para ilmuan barat untuk belajar dari kemajuan iptek yang di bangun kaum Muslimin.

Jadi wajar jika Gustave Lebon mengatakan bahwa terjemahan buku-buku bangsa Arab, terutama buku-buku keilmuan hampir menjadi sumber satu-satunya bagi pengajaran di perguruan-perguruan tinggi Eropa selama 5 atau 6 abad. Nggak hanya itu, Lebon juga menyatakan bahwa hanya buku-buku bangsa arab-lah yang di jadikan sandaran oleh para Ilmuan barat seperti Roger Bacon, Leonardo da Vinci, Arnold de Philipi, Raymond Lull, San Thomas, Albertus Magnus, dan Alfonso X dari Castella.

Itu sebabnya, jangan heran kalo perpustakaan umum banyak di bangun di masa kejayaan Islam. Perpustakaan al-Ahkam di Andalusia, merupakan salah satu bahagian perpustakaan yang sangat besar dan luas. Buku yang ada di situ mencapai 400 ribu buah. Uniknya, perpustakaan ini udah memiliki catalog. Sehingga memudahkan pencarian buku. Perpustakaan umum Tripoli di daerah Syam, memiliki sekitar 3 juta judul buku, termasuk 50 ribu eksemplar al-Quran dan Tafsirnya. Dan masih banyak lagi perpustakaan lainnya. Tapi, semuanya di hancurkan pasukan salib Eropa dan pasukan Tartar ketika mereka menyerang Islam dengan maksud agar kejayaan sejarah peradaban Islam benar-benar tidak di ketahui oleh generasi muda Islam itu sendiri. Oleh sebab itu sobat muda, sangatlah pantas jika sejarah kejayaan peradaban Islam jarang dan bahkan tidak kita temukan di sekolah. Kalaulah ada itu hanya di pelajari di pelajaran Agama saja, tapi itupun hanya sebahagiannya saja, paling-paling yang kita tau cuma Ibnu Sina? Iya kan?

Peradaban Islam memang peradaban emas yang mencerahkan dunia. Itu sebabnya menurut Montgomery, tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi ‘dinamonya’, Barat bukanlah apa-apa. Wajar jika barat berhutang budi kepada Islam.

Runtuhnya Sebuah Kejayaan…

Jatuh itu memang menyakitkan. Apalagi ketika kita udah berada jauh di puncak kesuksesan. Setelah berhasil membangun kejayaan selama 14 abad lebih, akhirnya peradaban Islam jatuh tersungkur. Inilah kisah tragis yang di alami peradaban Islam. Bukan tanpa sebab tentunya. Serangan pemikiran dan militer dari barat bertubi-tubi mengguncang Islam. Akibatnya, kaum muslimin mulai goyah. Puncaknya, adalah tergusurnya Negara Khilafah Islamiyah di Turki dari pentas perpolitikan dunia.

Saat itu, Inggris menetapkan syarat bagi Turki, bahwa Inggris tak akan menarik dirinya dari bumi Turki, kecuali setelah Turki menjalankan syarat-syarat berikut: Pertama, Turki harus menghancurkan Institusi Khilafah Islamiyah, mengusir Khalifah dari Turki, dan menyita harta bendanya. Kedua, Turki harus berjanji untuk menumpas setiap gerakan yang akan mendukung Khilafah. Ketiga, Turki harus memutuskan hubungannya dengan Islam. Keempat, Turki harus memilih konstitusi yang berdasarkan azaz sekularisme (pemisahan agama dari aturan Negara), sebagai pengganti dari konstitusi yang bersumber dari hukum-hukum Islam. Mustafa Kamal Attaturk kemudian menjalankan syarat-syarat tersebut, dan Negara penjajah pun akhirnya menarik diri dari wilayah Turki (sumber: Jalal al-Alam, hlm 48).

Cerzon (Menlu Inggris saat itu) menyampaikan pidato di depan parlemen Inggris, ”Sesungguhnya kita telah menghancurkan Turki, sehingga Turki tidak akan dapat bangun lagi setelah itu… Sebab kita telah menghancurkan kekuatannya yang terwujud dalam dua hal, yaitu Islam dan Khilafah.”

Jadi terakhir kaum muslimin hidup dalam naungan Negara Khilafah Islam yang berpusat di Turki yang kekuasaannya membentang dari Spanyol hingga ke Indonesia. Subhanallah, betapa luas dan besar peradaban Islam dimasa itu, namun kaum kafir pun akhirnya berhasil menghancurkan Institusi ke-Khilafahan di tahun 1924 M, tepatnya tanggal 3 maret tatkala negara Khilafah Turki Utsmani di runtuhkan oleh kaki tangan Inggris keturunan Yahudi, Mustafa Kemal Attaturk. Sebelumnya Kemal juga mengumumkan bahwa Majelis Nasional Turki telah menyetujui penghapusan Khilafah. Sejak saat itulah sampai sekarang kita nggak punya lagi pemerintahan Islam.


Akibatnya, umat Islam saat ini berada dalam keadaan terkotak-kotak dengan azaz Nasionalisme. Oleh karena itu, otomatis Islam yang dahulunya kekuasaannya membentang dari Spanyol sampe ke Nusantara mulai terpecah-pecah, kaum kafir pun segera mengganti undang-undang dan peraturan Islam yang di terapkan di tengah-tengah rakyat dengan undang-undang dan peraturan kafir milik mereka. Kaum kafir segera mengubah kurikulum pendidikan untuk mencetak generasi-generasi baru yang mempercayai persepsi kehidupan hedonisme (mencari kesenangan hidup dunia semata) yang dimiliki oleh barat, serta memusuhi akidah dan syariah Islam. Negara Khilafah Islamiyah di hancurkan secara total, begitu pula dengan harta kekayaan dan potensi alam milik kaum muslim telah di rampok oleh penjajah kafir, yang telah meng-eksploitasi kekayaan tersebut dengan cara yang seburuk-buruknya dan telah menghinakan kaum muslimin dengan sehina-hinanya. (sumber: Syaikh Abdurrahman Abdul Khalik, dalam bukunya al-muslimun wal amal as-siyasi, hlm 13). Hal ini terbukti ketika Indonesia yang kaya akan hasil alamnya bahkan negeri yang di juluki zamrud khatulistiwa ini hanya mendapatkan lebih kurang 9% dari hasil alamnya sendiri, sedangkan sisanya yang 91% telah di kuasai oleh asing, terutama Amerika Serikat. Contohnya seperti PT Freeport di papua, Natuna, Blok Cepu, Exxon Mobile, dan masih banyak lagi.

Beginilah kondisi umat Islam sekarang sobat, tapi jangan sedih ya?, sebab kita akan kembali mengagungkan kejayaan Islam itu. Allah SWT telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan kepada umat Islam dalam surat an-Nur ayat 55 yang artinya;

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

Yakinlah, kita masih bisa merebutnya, meski dengan nyawa sebagai tebusannya. Kita lahir ke dunia ini dengan berlumur darah, maka kenapa mesti takut mati dengan berlumur darah. Syahid di medan tempur. AllahuAkbar!

26 Maret 2009

BULETIN AN NAHDHAH EDISI 2


ISLAM BIKIN PeDe !

Ketika seorang Muslim yang mempertahankan keislamannya di tengah berserakannya ide sekularisme (menyingkirkan peran agama dari aturan hidup), kerap disindir: “Jangan sok suci!” “Jangan sok alim!”, begitu kira-kira umpatan banyak orang kepadanya ketika ia tidak mau berbuat maksiat. Walaupun keadaan kita seperti itu semestinya kita tetap tegar dengan keyakinannya meski harus menelan cemoohan dan sindiran dari pihak yang benci Islam. Ya, ternyata berpegang teguh kepada ajaran Islam dalam kondisi seperti saat ini, di tengah kehidupan sekularisme, menjadi sangat terasing dan dianggap aneh.
Begitu pula ketika ada seorang muslimah yang mengenakan jilbab dengan baik dan benar, sesuai tuntunan syariat Islam, banyak orang merasa heran. Bahkan ada sebagian besar yang menganggapnya aneh. Sebab, di tengah maraknya busana wanita yang mengeksploitasi keindahan tubuh wanita, muslimah yang mengenakan jilbab dengan sempurna tentunya adalah fenomena keanehan. Sebuah keterasingan.
Bahkan seringkali busana muslimah ini yaitu jilbab dan kerudungnya, (penting untuk kita ketahui bahwa sebenarnya yang dinamakan jilbab dalam busana muslimah adalah pakaian panjang yang menutupi seluruh tubuhnya dari badan sampai kaki sedangkan untuk menutupi kepala yang dijulurkan sampai dada dinamakan kerudung/khimar). Pakaian semacam ini dianggap kuno dan nggak nyetel dengan perkembangan jaman (walah, kalo ukuran modern adalah irit kain dalam berbusana, orang-orang Suku Asmat lebih modern dong, karena mereka cuma pake koteka doang?). Bagi muslimah yang termakan propaganda seperti ini, akhirnya mencoba berbaur dengan budaya yang ada. Pengen tetep mengenakan busana muslimah, tapi juga modis dan nggak mau dianggap aneh, maka maraklah pengguna busana muslimah yang nggak ngikut aturan Islam. Misalnya, pake kerudung doang, sementara tubuhnya nggak ditutupi jilbab, tapi malah mengenakan pakaian ketat baik baju maupun celana panjang. Ciloko!
Sobat muda muslim, sebenarnya siapa pun boleh mengklaim dirinya paling benar. Tapi masalahnya, pasti kita bakalan bingung menentukan siapa yang benar dan paling benar kalo nggak ada batasan dan ukurannya. Iya nggak? Nah, sebagai muslim tentu aja standar kebenaran itu hanyalah Islam. Bukan yang lain. So, semua hal wajib disesuaikan dengan ajaran Islam. Baik-buruknya, terpuji-tercelanya, dan halal-haramnya harus pake aturan Islam. Sebab, Islam adalah cara hidup kita.
Oya, nggak perlu khawatir dianggap aneh, selama yang kita pegang adalah kebenaran Islam. Tak perlu minder apalagi patah semangat, selama yang kita yakini adalah Islam. Justru menjadi orang-orang yang dianggap aneh atau terasing dalam komunitas yang menurut ajaran Islam justru dianggap komunitas yang aneh adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Bahkan Rasulullah saw. memuji orang-orang yang terasing dalam kehidupan yang rusak. Rasulullah saw. bersabda: “Islam bermula dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi sesuatu yang asing. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing itu.” (HR Muslim no. 145)
Dalam hadis lain, Rasulullah saw. memberikan kabar gembira kepada kaum Muslimin yang senantisa bersabar dalam menghadapi godaan dan rayuan kehidupan yang akan memalingkan dirinya dari Islam. Sabda beliau: “Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari yang memerlukan kesabaran. Kesabaran pada masa-masa itu bagaikan memegang bara api. Bagi orang yang mengerjakan suatu amalan pada saat itu akan mendapatkan pahala lima puluh orang yang mengerjakan semisal amalan itu. Ada yang berkata,’Hai Rasululah, apakah itu pahala lima puluh di antara mereka?” Rasululah saw. menjawab,”Bahkan lima puluh orang di antara kalian (para shahabat).” (HR Abu Dawud, dengan sanad hasan)
Subhanallah. Rasulullah saw. memberikan penghargaan yang luar biasa kepada kita yang bisa bertahan dalam kondisi yang rusak ini. Meski hidup di tengah kemaksiatan, kita nggak tergoda untuk ikut larut dalam kehidupan yang rusak dan bejat. Malah sebaliknya bertahan dengan memeluk ajaran Islam sepenuh hati dan sekuat tenaga. Tak akan melepaskannya selama hayat masih dikandung badan. Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa menjaga diri dan berusaha untuk tetap istiqomah dalam kebenaran bersama Islam. Meski taruhannya adalah dianggap aneh atau bahkan diasingkan. Bukan hanya kita, tapi juga ajaran Islam yang kita peluk erat saat ini dianggap asing oleh mereka yang membenci Islam. Bersabarlah, sobat. Allah Swt. bersama dengan orang yang beriman kepadaNya dengan penuh keyakinan, beramal shalih dan bersabar.
Iman harus tetap hidup
Ketika cahaya iman tetap menyala dalam hati dan pikiran kita, insya Allah kita tak akan pernah berada dalam kegelapan. Iman akan hidup dan memberikan tenaga bagi kita untuk memandu ke jalan yang benar. Kita tak akan pernah terpengaruh dengan kerusakan yang melingkari kehidupan kita.
Ibarat ikan yang hidup di air laut yang penuh dengan garam. Air laut yang asin itu, selama ikan masih hidup bisa bergerak ke sana kemari, asinnya air laut tak akan mampu meresap ke dalam tubuhnya. Tapi begitu ikan mati, maka air laut yang asin itu akan dengan mudah menyusup ke dalam tubuhnya. Sehingga tubuh ikan itu menjadi asin.
Seorang Muslim yang keimanannya tetap hidup dalam dirinya, insya Allah tak akan mudah larut dalam kehidupan yang rusak. Oya, harus dipahami bahwa keimanan itu harus kita pelihara terus. Bagaimana cara memelihara agar iman tetap hidup?
“Iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang,” begitu sabda Rasulullah saw. Itu memang benar. Tapi Rasulullah saw. melanjutkan dalam hadis tersebut adalah, “iman bertambah dengan taat, dan iman bekurang dengan maksiat.”
Ya, ketika kita berbuat maksiat, maka tentu saja keimanan kita telah turun atau berkurang. Cepatnya pengurangan tergantung jenis kemaksiatan dan banyaknya kemaksiatan yang kita lakukan. Begitu pula bertambahnya keimanan akibat kita taat. Seberapa cepat bertambahnya? Itu bergantung jenis dan banyaknya ketaatan yang kita lakukan.
Itu sebabnya, nyalakan terus cahaya keimanan dalam hidup kita agar senantiasa menjaga kita. Bagaimana agar cahaya keimanan tetap menyala? Para sahabat, generasi awal kaum Muslimin yang berhasil dididik Rasulullah saw. mengaitkan aktivitas berpikir dengan keimanan. Mereka menjelaskan bahwa, “Cahaya dan sinar iman adalah banyak berpikir” (Kitab ad-Durrul Mantsur, Jilid II, hlm. 409)
Jadi, agar cahaya iman kita tetap menyala dalam kehidupan kita, banyaklah berpikir. Berpikir adalah proses terakhir setelah kita tahu dan belajar. Sebab, jika kita hanya tahu saja tentang Islam, tapi belum menyempatkan diri untuk belajar, maka besar kemungkinan kita tak akan pernah bisa mencapai derajat berpikir. Jadi, biasakan kita melalui proses KLT (Knowing, Learning, and Thinking: tahu, belajar, dan berpikir).
Jika kita tahu bahwa Islam mengajarkan kebaikan, maka kita akan belajar tentang kebaikan itu, dan berusaha untuk memikirkan bagaimana menyampaikan kebaikan itu kepada orang lain. Inilah yang insya Allah akan menjadikan cahaya iman tetap menyala bagi kita. Kita bukan hanya berusaha menyelamatkan diri sendiri, tapi berupaya juga menyelamatkan orang lain agar bisa menerima cahaya iman. Sehingga akan banyak orang yang berbuat untuk memelihara keimanan ini agar tetap hidup dalam diri mereka. Kita semua sebagai kaum Muslimin. Insya Allah.
Penyebab Islam terasingkan
Ada dua faktor yang bisa dianggap sebagai penyebab Islam menjadi terasing. Pertama, dari faktor internal. Kedua, dari faktor eksternal.
Apa saja faktor internal yang menyebabkan Islam terasingkan? Pertama, kaum Muslimin yang malas belajar. Ini akan menyebabkan kaum Muslimin tidak mengenal dan memahami, serta mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan benar. Ya iyalah, gimana mau mengamalkan ajaran Islam, wong dirinya aja nggak paham dengan ajaran Islam. So, jangan malas belajar Islam ya.
Kedua, tidak terjalin ukhuwah dengan benar antar kaum Muslimin. Meski kelihatan bersama, tapi kaum Muslimin nggak bersatu. Jadinya, ya jalan masing-masing deh. Mereka yang aktif berdakwah seringnya dicuekkin, yang aktif maksiat juga nggak mau diingatkan. Oya, yang lebih parah sesama aktivis dakwah malah nggak akur. Halah! Padahal bersaudara itu adalah sebuah kenikmatan dari Allah Swt. Jika kita bersama dan bersatu, insya Allah kita akan terlihat sebagai kekuatan yang besar. Firman Allah Ta’ala: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Ali Imran [3]: 103)
Ketiga, sedikit atau bahkan hilangnya aktivitas dakwah. Ini akan menjadi faktor pelemah kekuatan Islam karena Islam tidak tersebar dan tidak diketahui banyak oleh kaum Muslimin (dan juga nonMuslim).
Keempat, berhentinya proses ijtihad. Ini menjadi bencana bagi kaum Muslimin karena banyak masalah baru nggak bisa terpecahkan dengan benar dan baik.
Kelima, hancurnya daulah Khilafah Islamiyah (negara islam) yang telah dibangun oleh Rasulullah SAW yang dilanjutkan oleh sahabat dan para khalifah setelahnya, sehingga kita kaum muslim tidak lagi hidup dalam aturan islam yang lengkap /kaffah, nggak ada pelindung bagi kaum Muslimin. Akibatnya kaum Muslimin hidup dalam ‘kesendirian’ mereka masing-masing setelah daulah khilafah sebagai wadah pemersatunya dibuang. Saat ini, kita terkotak-kotak di lebih dari 50 negara kecil yang tak memiliki kekuatan berarti karena disekat oleh nasionalisme, kesukuan dll. Nasionalisme dan fanatik kesukuan telah membuat kaum Muslimin di masing-masing negara tak mau peduli dengan saudaranya yang berbeda negara. Menyedihkan banget!
Sobat, adapun faktor eksternal penyebab Islam menjadi terasing adalah upaya musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam melalui perang pemikiran dan budaya (ghazwul fikri dan ghazwuts tsaqafiy). Sehingga kaum Muslimin menjadi gamang dalam hidup bahkan sebagian besar merasa minder menyandang predikat Muslim. Mereka takut terasing dan akhirnya larut bersama kehidupan yang rusak: jadi hedonis dan permisif.
Itu sebabnya, mari kita bekerjasama untuk segera bangkit dari kondisi ini. Harus segera sadar, tahu, dan mau mengamalkan dan memperjuangkan Islam, tentu agar Islam tidak asing dan kaum Muslimin tidak merasa terasingkan. So, sobat muda semua nggak perlu minder lagi atau gengsi dengan menyandang gelar Muslim, tapi seharusnya Sobat muda semua Pede dengan menyandang gelar sebagai Muslim. Kobarkan semangat dan tetap istiqomah bersama Islam. Allahu Akbar!

25 Maret 2009

Interview Koran Republika (edisi Ahad, 15 Maret 2009) dengan Vokalis The Roots Of Madinah


“networks at works, keeping people calm. You Know They Murder X and Tried to blame it on Islam, He turned the power to the have nots and the came the shot..”

Kalimat di atas merupakan penggalan bait lagu berjudul Wake Up milik Rage Againts The Machine (RATM). Lagu – lagu yang dibawakan grup musik asal Los Angeles (Amerika Serikat) ini mengusung ramuan musik punk, hiphop dan thrash. Penggemar ketiga aliran musik ini, terutama Punk dan Thrash, mayoritas berasal dari komunitas Underground – komunitas yang selalu di identikkan dengan budaya yang negatif serta menyimpang dari norma – norma yang telah di tanam dari masyarakat.

Terlepas dari stigma negatif ini. Justru bagi seorang Richard Stephen Gosal, dari komunitas Underground, karena musik inilah dia mulai tertarik untuk mengenal agama Islam lebih jauh. “Saya suka sekali dengan (lagu – lagu) Rage Againts The Machine, bahkan sampai sekarang saya menaruh respek meskipun mereka bukan orang Islam”.Ungkap mualaf yang kini bernama Muhammad Thufail Al Ghifari.

Dari salah satu lagu yang dibawakan RATM, pria yang sejak remaja menyukai musik Underground ini mengenal Malcolm X – tokoh mualaf kulit hitam Amerika Serikat yang memperjuangkan hak asasi kaum kulit hitam di negeri Paman Sam tersebut. Tidak hanya dalam lagu – lagu band RATM. Nama Malcolm X juga Thufail temukan dalam lagu grup hiphop asal New York, Public Enemy.

Rasa penasaran terhadap tokoh pejuang hak asasi manusia asal Amerika ini mendorong Thufail mencari berbagai Informasi mengenai kehidupan sang tokoh. “Saya belajar banyak dari Malcolm X ini kemudian mengenal Muhammad Ali dan Nabi Muhammad SAW” ujarnya.

Pada saat masih memeluk agama Kristen Protestan, kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai pendeta kerap mendoktrinnya bahwa Nabi Muhammad Saw adalah sosok yang suka berperang, main perempuan, memiliki jenggot, berasal dari suku kedar (anti Christ), menyesatkan umat manusia dengan Al Quran dan pengikutnya akan binasa di neraka.

Dari salah satu literatur mengenai Malcolm X yang dibacanya, menurut Thufail ada salah satu kalimat yang diucapkan sang tokoh kepada Muhammad Ali – Petinju Legendaris Amerika Serikat – yang membuat terkesan. Ketika Muhammad Ali mengecam kaum kulit putih Yahudi yang menindas orang kulit Hitam. Malcolm justru berkata “Di Makkah, saya lihat orang bermata coklat, biru, hitam serta kulit putih, hitam dan coklat semuanya duduk bersama”

Ungkapan kekaguman Malcolm terhadap Umat Islam tersebut, membuat ia semakin tertarik dengan Islam. Meski dididik dengan ajaran Kristen Protestan yang cukup ketat, agama Islam bukanlah suatu hal yang baru buat Thufail. “Sejak di SMP, saya banyak bergaul dengan teman – teman yang beragama Islam. Bahkan, diantara mereka banyak yang sering menggoda saya masuk Islam,” paparnya.

Dari belajar mengenai Malcolm, hingga suatu ketika Thufail merasa jenuh dengan kehidupan yang dijalaninya sebagai seorang penganut paham atheis. Kejenuhan yang sama pernah ia alami ketika masih memeluk Kristen protestan. Saat itu, ia masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Ketika di bangku SMP itulah ia mulai tertarik dengan buku – buku mengenai sosialisme dan komunisme.

Ajaran sosialisme dan komunisme ini di kemudian hari banyak mempengaruhi pola piker Thufail. Hingga akhirnya, saat duduk dibangku kelas 2 SMA (sekitar tahun 1999 – 2000-red), ia memutuskan menjadi atheis. “saya tidak lagi mengimani Yesus Kristus dan menganggap agama hanya membuat orang saling membunuh dan berperang”

Tiga Kali Syahadat

Kejenuhan terhadap paham Atheis yang di anut Thufail, bermula dari fenomena sweeping terhadap kelompok beraliran kiri di tanah air yang terjadi pada kurun waktu tahun 2000 – 2001 oleh kelompok Pancasilais. Ketika terjadi sweeping itulah, banyak tokoh PRD (partai rakyat demokratik) – tempat Thufail pernah bergabung menjadi salah seorang anggotanya – tidak bertanggung jawab terhadap penahanan simpatisan simpatisan mereka yang berada di kelompok underground di daerah – daerah.

“Para tokoh PRD ini menghilang, ada yang karena di culik dan ada yang bersembunyi. Di sini awal mula saya kecewa dengan yang dinamakan Revolusi Kiri” tukas vokalis band rock indie The Roots Of Madinah ini.

Rasa jenuhnya ini kemudian ia lampiaskan kepada seorang sahabatnya. Sesama anak band di komunitas Underground. Walaupun memiliki pergaulan di komunitas underground, menurut Thufail, sahabatnya ini tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim untuk menunaikan ibadah shalat kendati saat itu sedang manggung.

Kepada sahabatnya ini, Thufail mengutarakan niatnya untuk masuk Islam. Bukan dukungan yang ia peroleh, justru larangan dari sang sahabat. Pelarangan tersebut, ungkapnya, karena sahabatnya itu tidak menginginkan keputusan dirinya untuk masuk Islam lebih karena factor emosional sesaat. Sahabatnya ini menginginkan jangan sampai begitu ia masuk Islam terus di kemudian hari memutuskan untuk murtad.

“Menurutnya, saya tidak akan kehilangan dia sebagai teman, tapi teman – teman yang lain bakal ngak suka sama saya,” Ujarnya mengenang perkataan sahabatnya kala itu.

Thufail tidak lantas menyerah. Kemudian, ia menemui teman – teman lainnya di komunitas underground yang beragama Islam. Dengan bertempat di pinggir jalan di yang berada di kompleks perumahan Taman Kartini Bekasi, Thufail mengucapkan Syahadat di hadapan teman – temannya ini.”Peristiwa itu terjadi tahun 2002 dan yang menjadi saksi saya ketika itu teman teman yang memakai baju Sepultura, kurt cobain dan Metallica”

Keputusannya untuk masuk Islam membuat kedua orang tuanya marah dan mengusirnya dari rumah. Keputusan ini, ungkap Thufail juga berdampak terhadap sumber kehidupan orang tuanya. Gereja yang menjadi tempat mata pencaharian ibunya terancam ditutup begitu mengetahui ia masuk Islam. ”sampai – sampai mama itu menyembunyikan keislamannya dari jemaat”.

Tinggal di jalanan, setelah diusir dari rumah. Ia jalani selama tiga bulan. Beruntung Thufail bertemu dengan seorang teman lama yang menawarinya untuk menjaga rumahnya yang sedang direnovasi. Selama menjaga rumah temannya ini, ia tidak hanya memperoleh tempat tinggal, ia juga mendapatkan jatah makan setiap hari.

Masalah muncul ketika renovasi rumah selesai. Thufail saat itu tidak tahu akan tinggal di mana. Namun, oleh ayah temannya ini dia ditawari pekerjaan disebuah sekolah tinggi. Tempat ayah temannya menjabat sebagai rector. Dengan hanya berbekal selembar CV (curriculum vitae). Ia lalu melamar dengan diterima sebagai petugas cleaning service dengan gaji sebesar Rp 600 ribu perbulan.

Ketika bekerja sebagai petugas cleaning service, ia berkenalan dengan ustad Nur Hasan yang merupakan Imam Masjid Baiturrahim Perumahan Taman Kartini, Bekasi. Oleh Sang Ustadz, ia di Tanya bersyahadat dimana.”ketika ditanya saya jawab di pinggir jalan, beliau bilang Syahadat saya tidak sah. Akhirnya saya syahadat lagi di masjid Baiturrahim” Ujarnya.

Sejak bersyahadat untuk kedua kalinya ini. Menurut Thufail, mulai timbul keinginan untuk belajar membaca Al Qur’an dan pengetahuan mengenai ajaran Islam lainnya. Kemudian, ia ketemu dengan seorang ustadz yang pada saat itu juga merupakan pengurus sebuah partai politik berideologi Islam. Pelajaran pertama yang didapatkannya adalah mengenai dua kalimat Syahadat. “ketika itu semua anggota halaqoh disuruh syahadat lagi sama beliau. Jadi, saya syahadat tiga kali”

Kendati sudah membaca syahadat hingga tiga kali, Thufail tidak langsung mempercayai adanya Allah Swt sebaga Sang Maha Pencipta. Dia mulai menyakini keberadaan Allah Swt. Justru ketika ia diizinkan untuk melihat sesosok makhluk gaib untuk pertama kalinya.

“Setelah bertemu dengan sesosok gaib ini, saya mulai berpikir secara logika bahwa segala sesuatu dibumi ini pasti punya dua sudut pandang, ada benar ada salah, ada hitam ada putih. Begitu juga ada benda dan yang menciptakan benda tersebut,”

Setelah memeluk Islam, ia mendapatkan ketenangan batin yang tidak pernah dipeloreh sebelumnya. Di samping itu, ia merasa lebih optimis dalam menjalani kehidupan dan lebih bisa mensyukuri kehidupannya. “ ketika saya menaruh Hukum Allah Swt di atas segala apapun, saya tidak takut mati, tidak takut miskin, tidak takut lapar.”

Keinginannya saat ini, menurut Thufail, adalah bagaimana ajaran Islam tidak hanya bisa dinikmati di masjid. Tapi juga di lingkungan komunitas Underground. Diakuinya, hingga kini masih belum ada Ustad yang perduli dengan komunitas Underground ini. “Ada banyak teman saya yang tatoan, mabuk, tapi kalau Islam di injak – injak dia sudah nggak mau dialog, dia pasti akan ambil parang dan di tebas orang orang itu”

Karena itulah melalui musik yang disuguhkannya bersama band Rock indie The Roots Of Madinah, dia mau merangkul para temannya yang muslim yang ada di komunitas underground untuk berhijrah. Aliran musik Rock yang dikemas dalam lagu lagu bersyair religi Islami, ia harapkan juga bisa menjadi senjata untuk menghantam balik musik musik Yahudi.

“saya bikin musik ini supaya ngebalikin oprang Yahudi lagi. Merekakan ngancurin saya waktu dulu, membuat saya keluar dari Kristen dan menjadi atheis dengan musik,” katanya menandaskan.

Oleh : Nidia Zuraya – dari wawancara Koran Republika dengan Thufail Al GhifariEdisi18 Rabiul Awal 1430 H/ Nomor 068 / Tahun ke-16 / www.republika.co.id

18 Maret 2009

Galeri Foto The Roots Of Madinah Band ( Band nya bang Thufail al Ghifari)








hehehe....
keren kan coy?
band yang satu ini adalah band rock ideologis kali...
insya Allah...
moga dengan berganti aliran nya bang Thufail al Ghifari yg awalnya beraliran Rap ideologis, sekarang beralih ke aliran rock n roll ideologis, moga2 aja tetep eksis di dunia dakwah n tetep istiqomah,
revolt and rise !!!

08 Maret 2009

Agenda ZIONISME !! : Nyerang Generasi Muda Dengan Musik dan Band Underground !!, Hati-hati



“selain itu, kita juga menggunakan seni untuk mengarahkan masyarakat dan individu – individu dengan teori – teori dan pernyataan yang dimanipulasi secara licik, dengan peraturan – peraturan kehidupan secara umum dan bentuk lainnya yang tidak lazim, yang semuanya tidak di pahami oleh masyarakat goyyim…” Petikan Bab 5 ayat ke 4 dari ke24 Protokol Zionisme.

Sungguh…belum selesai masalah umat islam yang lainnya, zionisme juga sudah menyiapkan senjata baru untuk sudah mempersiapkan penghancuran umat islam melalui seni. Dan dunia underground ternyata cukup efektif menjadi wadah penghancuran generasi muda islam di Indonesia.
Lalu apa tujuannya? Jika setiap elemen di Indonesia sudah tersusupi pemikiran Zionisme maka sungguh yang terjadi adalah perpecahan umat islam. Mulai dari isu liberalism, Ahmadiyah serta aliran sesat lainnya. Kaderisasi zionisme paling manjur di Indonesia salah satunya adalah merusak generasi muda islam.
Kenapa generasi muda? Karena jika anda ingin menghancurkan sebuah Negara dan perdaban maka hancurkan dulu generasi mudanya karena ditangan merekalah kepemimpinan akan beralih di masa depan.
Begitulah fakta lapangan membuat kami tersadarkan betapa zionisme sudah sangat menyusup ke pemikiran generasi muda Indonesia. Melalui kultur underground kita dapat melihat ada begitu banyak generasi muda islam makin terjauhkan dari pemahaman mereka tentang islam bahkan cenderung mengkritisi.
Musik Underground..mendengar kalimat ini tentunya membuat banyak orang jadi mengidentikannya dengan dunia music hingar bingar yang asing untuk telinga awam. Mulai dentuman distorsi yang ingin memecahkan telinga hingga pemikiran – pemikiran idealis para penghuni jagad raya dunia musik anti kemapanan ini.
Di Indonesia sendiri music underground bukanlah barang baru. Music punk, skinhead, metal dengan berbagai macam alirannya dari grindcore hingga brutal death bahkan hiphop dan pop kultur sendiri sudah mewabah seperti kacang goring.
Di negeri mayoritas muslim ini, gaya hidup para musisi underground tidak sedikit yang memperlakukan idealis mereka tersebut lebih tinggi dari kenyakinan islamnya, bahkan cenderung malah mengkritisi islam.
Lalu darimanakah music underground ini bermula? Menjawab pertanyaan ini bukanlah hal yang mudah, karena underground sendiri adalah kontra kultur yang hadir sebagai perlawanan terhadap kebosanan hidup dan kemapanan yang hipokrit..setidaknya begitulah kata mereka para penghuni jagad underground ini.
kode - kode tangan bertanduk yang sering di gunakan anak muda pecinta musik ternyata secara tidak sadar sudah membawa banyak generasi islam kepada kesesatan. dan bahkan ini sudah menjadi budaya yang mewabah hingga ke dunia musik komersial. padahal tangan ini adalah simbol loyalitas bagi para pengikut agama Qabbalah yang menjadi kenyakinan zionisme dan bertuhankan SATAN. Hampir semua pengikut satanic pasti menggunakan cara ini untuk membuktikan siapa mereka.Orang - orang besar dunia bahkan tidak sedikit yang sudah menjadi anggota dari jaringan SATANIC.
Simbol tangan setan ini adalah salah kode dari jaringan Zionisme yaitu illuminati. dan kini mereka sudah banyak memprovokasi anak muda islam di indonesia dengan musik musik underground.
seorang musisi legendaris underground menceritakan pada redaksi bahwasanya memang di indonesia telah terjadi penyusupan zionisme melalui musik underground. salah satu tokoh yahudi yang di kirim ke Indonesia bernama Jeremia Walah yang memang mengemban misi merusak mental, jati diri dan perilaku anak muda indonesia dengan budaya barat(yahudi-zionis) melalui musik musik anti kemapanan dan merusak pemikiran dengan ide ide dari syair syair musik tersebut.
jadi jangan aneh, bukan hanya di indonesia generasi islam di rusak oleh konspirasi penyusupan ini. bahkan di negeri islam seperti Arab saudi pun sudah banyak generasi islam tidak sadar telah mengkonsumsi budaya zionisme secara taklid tan terjebak pada sebuah kebodohan yang sangat parah. contoh lihat saja gambar muslim dan muslimah di samping. krisis identitas inilah yang sebenarnya menjadi cita cita Zionis yahudi untuk menjalankan agenda mereka menguasai dunia.


"Untuk sementara, mungkin kita akan berhasil di hadapkan suatu koalisi seluruh goyyim di dunia. Tapi terhadap bahaya ini, kita di lindungi oleh perpecahan yang ada di antara mereka..."Petikan Bab 5 ayat ke 5 dari ke24 Protokol Zionisme.

pada akhirnya jika sudah seperti ini, berhasillah Zionisme mengadu domba umat islam yang lugu dan tidak tahu apa - apa dengan umat islam yang mengerti kebusukan zionisme.

Lihatlah betapa generasi islam makin begitu mudah di bodohi dan larut dalam euforia budaya zionis dan secara tidak sadar telah mengikuti gaya hidup zion

Di negara negara arab sendiri tidak sedikit banyak anak muda yang mengklaim islam namun tetap terbawa arus satanic.

dalam hal ini, sungguh invasi seni islam harus di perluas dan dikordinir agar rapi.

"kejahatan yang terorganisir mampu mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir" inilah pesan Ali Bin Abu Thalib RA.

karena itulah..wahai pemuda islam. dunia seni adalah dunia yang rentan penyusupan, dan para musisi zionisme sendiri telah melakukan agenda besar untuk menghancurkan generasi islam melalui seni dengan membuat perkumpulan perkumpulan musisi pro zionis. dan menyebarkan doktrin anti islam melalui musik musik yang mereka buat dan sebarkan.

perhatikanlah gambar musisi metal underground di sebelah kiri yang memegang bendera israel ini...





Sedangkan gambar di sebelah kanan dan kiri bawah ini adalah salah satu poster dari sebuah acara underground di eropa yang di adakan oleh komunitas musisi pro zionisme, mereka menamakan komunitas mereka ZION ROCK CLUB.











Dalam hal ini..sudah waktunya kita semua melihat bahwa Underground merupakan salah satu medan dakwah yang harus ditembus oleh para pemuda islam. sebuah perang pemikiran berlangsung keras disana.

sebuah agenda besar untuk merusak generasi islam sebelum mereka memang hendak menghancurkan peradaban islam secara total.
harus ada strategi pendekatan yang dibangun secara rapi dan matang untuk masuk ke dunia underground ini. karena sesungguhnya Zionisme telah menculik begitu banyak sanak saudara kita..mereka telah mengambil bahkan membunuh pikiran saudara - saudara kita dan merubahnya menjadi pemikiran pemikiran yang menguntungkan agenda besar Zionisme yang tertuang di ke 24 PROTOKOL ZIONISME.
Sungguh kawan - kawan dibalik pertempuran kita melawan konspirasi barat yang tak henti - hentinya menyerang Islam melalui liberalisme, aliran sesat, demokrasi barat..underground bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu senjata zionis paling ampuh untuk menyerang islam kelak suatu ketika para pemuda islam yang tidak tahu apa apa terlanjur tertipu dengan iming - iming kebebasan semu dari tatanan semu bernama Underground ini..
bukan tidak mungkin suatu saat Zionisme akan memperalat anak - anak muda di underground untuk di adu domba dengan gerakan islam. dan akhirnya menjebak umat islam dalam perpecahan berkepanjangan.
kita tidak boleh tinggal diam...

27 Februari 2009

Penulis Rusia & Amerika : Khilafah Akan Kembali Tegak !!

Keyakinanan akan tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah tidak hanya diyakini oleh para pejuang penegak Khilafah saja. Para penulis Barat juga meramalkan Khilafah akan kembali tegak di waktu yang akan datang. Jika orang Barat saja percaya Khilafah akan kembali tegak, mengapa sebagian kaum Muslim menyangsikan kehadirannya? Akan adanya kembali Khilafah Rasyidah ‘ala minhajin nubuwwah yang kedua telah dikabarkan oleh Rasulullah Saw dan umat Islam akan berkuasa telah dijanjikan oleh Allah Swt. Sudah sepatutnya kaum Muslim bersegera bahu-membahu untuk mewujudkannya. Berikut dua berita terkait penulis Rusia dan Amerika yang menyatakan bahwa Khilafah akan kembali tegak.

Khilafah Tahun 2020 Di Dalam Pandangan Seorang Penulis Rusia ..!!

Rilis dari buku “Rusia .. Imperium ketiga”

Akhir-akhir ini, di Rusia telah diterbitkan sebuah buku yang berjudul “Rusia .. Kekaisaran ketiga,” ditulis oleh “Michael Ioreyev“, direktur sebuah perusahaan Rusia dan Wakil Presiden Rusia Union of Industrialists dan Wakil Ketua Duma (Rusia Assembly).

Buku tersebut menyingung masa depan Rusia. Pada Coverian dalam buku berisi peta dunia menampilkan beberapa negara dan Eropa terletak di dalam batas-batas dari Rusia.

Penulis mengatakan bahwa ia memperediksi aka nada beberapa Negara Besar di dunia yang akan muncul pada tahun 2020. Saat itu,akan terdapat empat atau lima negara berperadaban ,yaitu Rusia, yang akan menguasai benua Eropa,Cina, Negara Timur Jauh, Negara Khilafah Islam dan Negara konferderasi Amerika yang akan menggabungkan Amerika Utara dan Amerika Selatan. Begipai Negara Islam.

Penulis tidak bisa memastikan bahwa hanya Rusialah yang akan menguasai benua Erofa. Tapi ia meyakini bahwa peradaban Barat pasti akan lenyap. Pasti akan diperangi atau dikuasai oleh beberapa Negara tersebut.

Tentang system yang akan diadopsi oleh Imperium ketiga itu, penulis mengatakan” sisitem itu adalah system kapitalis yang sebenarnya,yaitu sistem yang mampu memproduksi devisa paling besar dan memberikan peluang kerja untuk semua orang.

Sumber: Al-Aqsa.org, 19 Februari 2009

Resensi Buku: Kejatuhan dan Kebangkitan Negara Islam

Dalam bukunya yang terbit di tahun 2008 berjudul “Kejatuhan dan Kebangkitan Negara Islam”, Profesor Noah Feldman di Harvard menyatakan bahwa kemunduran Syariah Islam di masa lalu akan diikuti dengan kebangkitan Syariah Islam, suatu proses yang berakhir pada terbentuknya Khilafah Islam. Feldman adalah salah satu anggota komisi luar negeri New York. Buku-buku karangan dia sebelumnya juga membuat kejutan, seperti “Paska Jihad: Amerika dan Perjuangan Demokrasi Islam” (2003), “Hutang Kita Kepada Iraq: Perang dan Etika Membangun Negara” (2004), dan “Dipisah oleh Tuhan: Problema Pemisahan Negara dan Agama di Amerika — Apa yang Harus Kita Lakukan” (2005).

Bagi Feldman, beberapa kondisi tertentu diperlukan untuk memenuhi proses kebangkitan. Negara Islam akan menerapkan keadilan bagi umat, namun Negara tersebut tidak bisa dibangun dengan menerapkan sistem lama begitu saja, tapi harus mengenalkan sistem yang baru.

Tesis Feldman memerlukan perhatian khusus. Pada awal abad ke 21, dunia termasuk dunia Islam dan Timur Tengah akan mengalami perombakan. Apa peran Islam dalam perubahan tersebut? Pertanyaan ini perlu dijawab.

Pengalaman sejarah kita menunjukkan bahwa keruntuhan institusi politik yang besar dan mapan seperti Uni Soviet dan sistem Kerajaan-Kerajaan masa lalu biasanya tidak bisa dibangkitkan lagi. Kecuali hanya ada dua: Struktur Demokrasi sebagai kelanjutan dari Imperium Romawi, dan Negara Islam. Siapapun yang jeli memonitor situasi dunia Islam dari Maroko ke Indonesia akan melihat bahwa loyalitas masyarakat terhadap Islam tidak berubah meskipun kebobrokan administrasi dan kesewenang-wenangan kekuasaan banyak sekali terjadi di sana. Walaupun faktanya para pimpinan mereka gagal untuk menerapkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya dan tenggelam dalam budaya korupsi dan kepalsuan, mereka masih mampu berkuasa dengan menggunakan tongkat represif. Ulama Islam yang sejati dan Hakim seperti masa sebelumnya sudah tidak ada lagi atau tidak lagi berfungsi untuk menghentikan kesewenang-wenangan penguasanya. Namun demikian, sebagaimana diyakini oleh Feldman, saat ini Islam akan kembali dengan wajah yang berbeda dibandingkan yang dikenal dalam masa sebelumnya.

Feldman berargumentasi bahwa pergerakan Islam seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir menghargai demokrasi. Ketika lobi Yahudi berusaha menampilkannya sebagai organisasi teroris, Hamas sebenarnya menghormati keabsahan demokrasi. Di Turki, partai politik Islam atau partai pro Islam sudah lama berdiri sejak tahun 1969 dalam kancah politik dan keluar masuk panggung kekuasaan melalui pemilu.

Dalam menghadapi tantangan dunia modern, Muslim mampu menahan upaya restorasi radikal dan kuat tanpa meninggalkan akar tradisi mereka. Model ‘Walayat al-Faqih’ (Komite Ahli Hukum Islam) yang dikenalkan di Iran setelah revolusi Islam pada tahun 1979 perlu didiskusikan dan ditinjau secara mendalam. Salah satu prioritas penting dalam dunia Islam adalah pemecahan masalah keseimbangan kekuasaan dan penegakkan hukum. Sejak masa Nabi Muhammad, penguasa Muslim berusaha keras untuk meyakinkan masyarakat tentang keabsahannya dengan melarang semua hal yang dinyatakan sebagai haram, namun di masa sekarang penekanan pada aspek kebebasan menjadi lebih penting. Keberhasilan di aspek ini oleh Dunia Islam tidak saja akan menguntungkan dunia Islam, tapi juga Dunia Barat.

Feldman juga menekankan bahwa di masa lalu, ulama yang menafsirkan Syariah adalah pemegang peran dalam mengontrol lembaga eksekutif; namun, menurutnya, peran ini dihancurkan oleh reformasi yang belum selesai dna fenomena Tanzimat yang ditemukan pada masa Ottoman. Akibatnya, ketiadaan lembaga yang mengontrol penguasa mengakibatkan kesewenang-wenangan yang memonopoli sistem administrasi. Feldman juga menyebutkan bahwa Khilafah Ottoman berutang kepada Dunia Barat sehingga ia berada dalam tekanan untuk melakukan reformasi. Akibatnya, sistem keadilan dan para ulama Islam akhirnya diganti dengan lembaga baru, sehingga runtuhlah kekhalifahan Islam. Kekuatan penjajah imperialis seperti Inggris dan Perancis akhirnya berhasil masuk.

Akan tetapi, Feldman juga melihat bahwa lembaran baru di abad 21 akan tiba dengan kembalinya Islam meskipun kekuatan politiknya sempat runtuh di tahun 1924 dan para ulamanya yang berperan sebagai pengawal Syariah sempat dipinggirkan dan disingkirkan.

22 Februari 2009

Remaja Putri & Muslimah Hizbut Tahrir Demo Tuntut Tegakkan Syariah Islam





Sekitar tiga ribu perempuan dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) demo di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/2/2009). Mereka menuntut ditegakkannya khilafah dan syariah Islam.

Mereka mengusung poster bertuliskan ‘Syariah dan Khilafah, Selamatkan Remaja dan Masa Depan’ di bundaran Hotel Indonesia.
Berbagai poster mereka bentangkan
Dengan mengenakan gamis dan jilbal mereka melakukan long march
Spanduk besar juga mereka bentangkan.
Sebelum memutari bundaran HI mereka melakukan long march dari parkir IRTI Monas menuju Jl MH Thamrin, dan kembali lagi ke Monas, hendak menuju Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara.
Aksi ini untuk menuntut ditegakkannya khilafah dan syariah Islam.
HEDONISME REMAJA. Sejumlah remaja putri dari Muslimah Hisbut Tahrir Indoensia melakukan aksi protes di Silang Monas, di Jakarta, Minggu ( 22/2). Mereka menghimbau masyarakat luas agar menjaga budi pekerti anak-anak agar terhindar dari perilaku hedonis di kalangan remaja.