WELCOME TO

LOGO REVOLTERS COMMUNITY

LOGO REVOLTERS COMMUNITY

Muqadimah

Kumpulan Video Thufail al Ghifari

Khilafah adalah Solusi !!

zhidunk Pictures, Images and Photos cantiknyaIslam Pictures, Images and Photos

12 Mei 2009

BULETIN AN-NAHDHAH EDISI 3



>Jatuh-Bangun Negara Khilafah Islamiyah


Sobat Muda, alhamdulillah pada edisi buletin an-Nahdhah di bulan ini, kami kembali menghadirkan rubrik-rubrik atau bacaan yang insya Allah bisa menambah ilmu, wawasan dan pengetahuan kamu tentang Islam. Mengenai judul yang kami angkat kali ini adalah “Jatuh-bangun Negara Khilafah Islamiyah”. By the way apa sih Khilafah Islamiyah? Khilafah Islamiyah itu adalah sebuah institusi atau Negara, dimana Negara tersebutlah yang akan menjalankan hukum-hukum Islam secara total, baik itu masalah kita wudhu’ sampe kita ini di atur dalam masalah pergaulan, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan maaasih banyak lagi!. Islam emang lengkap en sempurna, Keren kan?. Nah bagaimana perjalanan sejarah kejayaan dan kejatuhan dari Negara Islam super power ini dalam memimpin peradaban dunia selama 14 abad kala itu? Mari kita simak sejarahnya!

Perang bukan Untuk Menghancurkan, Tapi Untuk Pembebasan.

Guys, Nggak banyak yang tau kalo lebih-kurang sekitar 85 tahun yang lalu umat Islam masih punya sejarah kejayaan. Kini semuanya tinggal puing-puing belaka. Kapankah akan bangkit?

Bicara tentang kejayaan peradaban Islam di masa lalu, dan juga jatuhnya kemuliaan itu seperti nostalgia. Orang bilang romantisme sejarah. Nggak apa-apa kok, kadang ada baiknya juga di jadikan sebagai bahan renungan. Toh, bukankah masa lalu juga adalah bagian dari hidup kita. Baik atau buruk, masa lalu adalah milik kita. Kaum Muslimin pernah memiliki kejayaan di masa lalu. Masa dimana Islam menjadi trendsetter sebuah peradaban modern. Peradaban yang di bangun untuk kesejahteraan umat manusia di muka bumi.

So, masa kejayaan itu bermula saat rasulullah mendirikan pemerintahan Islam, yakni Negara Khilafah Islamiyah di Madinah. Tongkat kepemimpinan bergantian di pegang oleh Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan seterusnya. Di masa Khulafaur-Rasyidin ini Islam berkembang pesat. Perluasan wilayah menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya penyebarluasan Islam ke seluruh penjuru dunia. Islam datang membawa rahmat bagi seluruh manusia. Penaklukan wilayah-wilayah, adalah sebagai bagian dari upaya menyebarkan Islam, bukan menjajahnya. Itu sebabnya, banyak orang yang kemudian tertarik kepada Islam.

Satu contoh menarik adalah tentang futuh Makkah (penaklukan Makkah), Rasulullah dan sekitar 10 ribu pasukannya memasuki kota Makkah. Kaum Quraisy menyerah dan berdiri di bawah kedua kakinya di pintu Ka’bah. Mereka menunggu hukuman Rasul setelah mereka menentangnya selama 21 tahun. Namun,ternyata Rasulullah justru memaafkan mereka.

Sobat muda, begitu pula yang di lakukan oleh Shalahuddin al-Ayubi ketika merebut kembali Jerussalem dari tangan pasukan Salib Eropa, ia malah melindungi jiwa dan harta 100 ribu orang barat. Shalahuddin juga memberi izin keluar kepada mereka dengan sejumlah tebusan kecil oleh mereka yang mampu, juga membebaskan sejumlah besar orang-orang miskin. Panglima Islam ini pun membebaskan 84 ribu orang dari situ. Malah, saudaranya, al-Malikul Adil, membayar tebusan untuk 2 ribu orang laki-lai di antara mereka.

Padahal 90 tahun sebelumnya, ketika pasukan salib eropa merebut Baitul Maqdis, mereka justru melakukan pembantaian. Diriwayatkan bahwa ketika penduduk al-Quds berlindung ke mesjid Aqsa, di atasnya di kibarkan bendera keamanan pemberian panglima Tancard. Ketika mesjid itu di penuhi dengan orang-orang (orang tua, wanita, dan anak-anak), mereka di bantai habis-habisan seperti menjagal kambing. Darah-darah muncrat mengalir di tempat ibadah itu setinggi lutut penunggang kuda. Kota menjadi bersih oleh penyembelihan penghuninya secara tuntas. Jalan-jalan penuh dengan kepala yang hancur, kaki-kaki yang putus, dan tubuh-tubuh yang rusak.

Para sejarawan Muslim menyebutkan jumlah mereka yang di bantai di masjid Aqsa sebanyak 70 ribu orang. Para sejarawan Perancis sendiri tidak mengingkari pembabtaian mengerikan itu, bahkan mereka kebanyakan menceritakannya dengan bangga. Waduh!

Fakta ini cukup membuktikan betapa Islam mampu memberikan perlindungan kepada penduduk yang wilayahnya di taklukan. Karena perang dalam Islam memang bukan untuk menghancurkan, tapi memberi membebaskan wilayah tersebut dari kekufuran. Dengan begitu , Islam pun tersebar hampir dua per tiga wilayah di dunia. Fantastis bukan?

Peradaban Emas.

Peradaban Islam memang mengalami jatuh-bangun, berbagai peristiwa telah menghiasi perjalanannya. Meski demikian, orang tidak mudah untuk begitu melupakan peradaban emas yang berhasil di torehkannya untuk umat manusia ini. Pencerahan pun terjadi di segala bidang dan di seluruh dunia. Sejarawan barat beraliran konservatif, W Montgomery Watt menganalisa tentang rahasia kemajuan peradaban Islam, ia mengatakan bahwa Islam nggak mengenal pemisahan yang kaku antara ilmu pengetahuan, etika, dan ajaran agama. Satu dengan yang lain, di jalankan dalam satu tarikkan nafas. Pengamalan Syariat Islam, sama pentingnya dan memiliki prioritas yang sama dengan riset-riset ilmiah.

Andalusia (sekarang Spanyol), menjadi pusat ilmu pengetahuan di masa kejayaan Islam, telah melahirkan ribuan ilmuan, dan menginspirasi para ilmuan barat untuk belajar dari kemajuan iptek yang di bangun kaum Muslimin.

Jadi wajar jika Gustave Lebon mengatakan bahwa terjemahan buku-buku bangsa Arab, terutama buku-buku keilmuan hampir menjadi sumber satu-satunya bagi pengajaran di perguruan-perguruan tinggi Eropa selama 5 atau 6 abad. Nggak hanya itu, Lebon juga menyatakan bahwa hanya buku-buku bangsa arab-lah yang di jadikan sandaran oleh para Ilmuan barat seperti Roger Bacon, Leonardo da Vinci, Arnold de Philipi, Raymond Lull, San Thomas, Albertus Magnus, dan Alfonso X dari Castella.

Itu sebabnya, jangan heran kalo perpustakaan umum banyak di bangun di masa kejayaan Islam. Perpustakaan al-Ahkam di Andalusia, merupakan salah satu bahagian perpustakaan yang sangat besar dan luas. Buku yang ada di situ mencapai 400 ribu buah. Uniknya, perpustakaan ini udah memiliki catalog. Sehingga memudahkan pencarian buku. Perpustakaan umum Tripoli di daerah Syam, memiliki sekitar 3 juta judul buku, termasuk 50 ribu eksemplar al-Quran dan Tafsirnya. Dan masih banyak lagi perpustakaan lainnya. Tapi, semuanya di hancurkan pasukan salib Eropa dan pasukan Tartar ketika mereka menyerang Islam dengan maksud agar kejayaan sejarah peradaban Islam benar-benar tidak di ketahui oleh generasi muda Islam itu sendiri. Oleh sebab itu sobat muda, sangatlah pantas jika sejarah kejayaan peradaban Islam jarang dan bahkan tidak kita temukan di sekolah. Kalaulah ada itu hanya di pelajari di pelajaran Agama saja, tapi itupun hanya sebahagiannya saja, paling-paling yang kita tau cuma Ibnu Sina? Iya kan?

Peradaban Islam memang peradaban emas yang mencerahkan dunia. Itu sebabnya menurut Montgomery, tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi ‘dinamonya’, Barat bukanlah apa-apa. Wajar jika barat berhutang budi kepada Islam.

Runtuhnya Sebuah Kejayaan…

Jatuh itu memang menyakitkan. Apalagi ketika kita udah berada jauh di puncak kesuksesan. Setelah berhasil membangun kejayaan selama 14 abad lebih, akhirnya peradaban Islam jatuh tersungkur. Inilah kisah tragis yang di alami peradaban Islam. Bukan tanpa sebab tentunya. Serangan pemikiran dan militer dari barat bertubi-tubi mengguncang Islam. Akibatnya, kaum muslimin mulai goyah. Puncaknya, adalah tergusurnya Negara Khilafah Islamiyah di Turki dari pentas perpolitikan dunia.

Saat itu, Inggris menetapkan syarat bagi Turki, bahwa Inggris tak akan menarik dirinya dari bumi Turki, kecuali setelah Turki menjalankan syarat-syarat berikut: Pertama, Turki harus menghancurkan Institusi Khilafah Islamiyah, mengusir Khalifah dari Turki, dan menyita harta bendanya. Kedua, Turki harus berjanji untuk menumpas setiap gerakan yang akan mendukung Khilafah. Ketiga, Turki harus memutuskan hubungannya dengan Islam. Keempat, Turki harus memilih konstitusi yang berdasarkan azaz sekularisme (pemisahan agama dari aturan Negara), sebagai pengganti dari konstitusi yang bersumber dari hukum-hukum Islam. Mustafa Kamal Attaturk kemudian menjalankan syarat-syarat tersebut, dan Negara penjajah pun akhirnya menarik diri dari wilayah Turki (sumber: Jalal al-Alam, hlm 48).

Cerzon (Menlu Inggris saat itu) menyampaikan pidato di depan parlemen Inggris, ”Sesungguhnya kita telah menghancurkan Turki, sehingga Turki tidak akan dapat bangun lagi setelah itu… Sebab kita telah menghancurkan kekuatannya yang terwujud dalam dua hal, yaitu Islam dan Khilafah.”

Jadi terakhir kaum muslimin hidup dalam naungan Negara Khilafah Islam yang berpusat di Turki yang kekuasaannya membentang dari Spanyol hingga ke Indonesia. Subhanallah, betapa luas dan besar peradaban Islam dimasa itu, namun kaum kafir pun akhirnya berhasil menghancurkan Institusi ke-Khilafahan di tahun 1924 M, tepatnya tanggal 3 maret tatkala negara Khilafah Turki Utsmani di runtuhkan oleh kaki tangan Inggris keturunan Yahudi, Mustafa Kemal Attaturk. Sebelumnya Kemal juga mengumumkan bahwa Majelis Nasional Turki telah menyetujui penghapusan Khilafah. Sejak saat itulah sampai sekarang kita nggak punya lagi pemerintahan Islam.


Akibatnya, umat Islam saat ini berada dalam keadaan terkotak-kotak dengan azaz Nasionalisme. Oleh karena itu, otomatis Islam yang dahulunya kekuasaannya membentang dari Spanyol sampe ke Nusantara mulai terpecah-pecah, kaum kafir pun segera mengganti undang-undang dan peraturan Islam yang di terapkan di tengah-tengah rakyat dengan undang-undang dan peraturan kafir milik mereka. Kaum kafir segera mengubah kurikulum pendidikan untuk mencetak generasi-generasi baru yang mempercayai persepsi kehidupan hedonisme (mencari kesenangan hidup dunia semata) yang dimiliki oleh barat, serta memusuhi akidah dan syariah Islam. Negara Khilafah Islamiyah di hancurkan secara total, begitu pula dengan harta kekayaan dan potensi alam milik kaum muslim telah di rampok oleh penjajah kafir, yang telah meng-eksploitasi kekayaan tersebut dengan cara yang seburuk-buruknya dan telah menghinakan kaum muslimin dengan sehina-hinanya. (sumber: Syaikh Abdurrahman Abdul Khalik, dalam bukunya al-muslimun wal amal as-siyasi, hlm 13). Hal ini terbukti ketika Indonesia yang kaya akan hasil alamnya bahkan negeri yang di juluki zamrud khatulistiwa ini hanya mendapatkan lebih kurang 9% dari hasil alamnya sendiri, sedangkan sisanya yang 91% telah di kuasai oleh asing, terutama Amerika Serikat. Contohnya seperti PT Freeport di papua, Natuna, Blok Cepu, Exxon Mobile, dan masih banyak lagi.

Beginilah kondisi umat Islam sekarang sobat, tapi jangan sedih ya?, sebab kita akan kembali mengagungkan kejayaan Islam itu. Allah SWT telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan kepada umat Islam dalam surat an-Nur ayat 55 yang artinya;

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

Yakinlah, kita masih bisa merebutnya, meski dengan nyawa sebagai tebusannya. Kita lahir ke dunia ini dengan berlumur darah, maka kenapa mesti takut mati dengan berlumur darah. Syahid di medan tempur. AllahuAkbar!

Tidak ada komentar: