Bulan Februari adalah bulannya para muda-mudi mulai ekstra sibuk, yang pastinya sibuk berburu pernak-pernik bernuansa cinta. Bagi para pelaku bisnis, bulan Februari ini identik dengan tambang uang. Dalam nuansa penuh warna pink di pusat-pusat perbelanjaan juga di semarakkan balon warna-warni berbentuk hati, semua produk berlabel love alias cinta pun banyak di cari.
Berbagai produk di tawarkan. Mulai dari kartu ucapan, cokelat dengan bentuk dan kemasan yang bervariasi, bunga, boneka, bantal, aneka baju berwarna pink, pernak-pernik (semacam cardingan, bando, ikat rambut, jepit rambut), hingga buku dan CD. Udah gitu pakek diskon lagi. Gimana konsumen nggak ngiler?, tinggal pilih, cocok, bayar!.
Hari kasih sayang yang setiap tahun jatuh pada tanggal 14 februari ini lho yang kita maksud. Dunia mengenalnya, valentine day’s. Momen yang udah pasti gak akan lewat dari pengamatan remaja sejagat raya. Bagi mereka, makna nya begitu spesial. Sehingga kian bejibun remaja-remaji yang ikut berpartisipasi dalam merayakannya dari tahun ke tahun.
Survey dilapangan perihal perayaan valentine ini seperti; biasanya para remaja merayakannya dengan cara mengasih ucapan, baik secara langsung, via kartu, sms, e-mail, yang pasti melankolis abis !.
Sobat, makin serem aja yah ekspresi cinta remaja di bawah bendera valentine’s day. Padahal dari hasil survey itu semua , gak semua remaja yang tahu asal-usul tentang valentine’s day itu sendiri. Paling-paling tahu artinya hari kasih sayang doank. Gak lebih. Walau mereka aktif merayakannya setiap tahun. Emang sih, kebanyakan ikut-ikutan ajakan temen atau terprovokasi oleh media massa tapi tetep aja menikmati. Nah, biar kita semua pada gak penasaran , lebih baik kita intip dulu yuk sekilas tentang sejarah valentine’s day tersebut.
Sekilas Sejarah Valentine’s Day

Ensiklopedia katolik menyebutkan 3 versi tentang valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 Masehi di zaman raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama nasrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.
Dalam versi kedua , Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang dari pada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu di penjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum di hukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan, dari yang tulus cintanya, Valentine. Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani bersama 46 kerabatnya.
Dalam versi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar “akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun”. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “atas nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini”.
Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, Para pendeta memutuskan mengganti kalimat “dengan nama tuhan Ibu” menjadi kalimat “dengan nama pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani.
Sobat, dengan informasi tentang sejarah valentine days tadi, semoga kamu benar-benar yakin kalo valentine days adalah budaya non-Islam.
Cinta Kita Begitu Luas
Sobat muda muslim, mendengar obrolan remaja tentang cinta , sepertinya makna cinta itu makin menyempit. Sesempit ruang bernafas dalam KRL Jakarta-Bogor kelas ekonomi di pagi hari. Maknanya gak jauh berbeda dari cerita indah yang menghiasi rasa suka Haruno Sakura kepada Uchiha Sasuke dalam kisah Naruto. Selalu diartikan kasih asmara antar lawan jenis. Padahal Allah SWT. Menciptakan rasa ini dalam diri manusia nggak Cuma dalam rangka memadu kasih dua insan yang tengah kasmaran. Bisa juga berupa kecintaan seorang bapak kepada anak dan istrinya, cinta kita pada ortu dan keluarga , atau kepada saudara seakidah , dan cinta kita kepada guru.
Seorang bapak , gak kenal lelah untuk mencari nafkah sebagai ekspresi cintanya kepada keluarga. Sekecil apapun kesempatan yang Allah berikan untuk menghidupi keluarganya , akan dia kejar meski harus membanting tulang dan bermandikan keringat. Baginya, jadi pedagang asongan , tukang sampah , petugas parkir, bahkan pembantu sekalipun lebih terhormat dibanding seorang pencopet , maling , penjudi , bahkan pejabat yang korup.
Cinta kita kepada ortu seharusnya membuat kita belajar untuk mandiri dan berbakti kepadanya. Sebab Someday, kita pun akan jadi ortu yang mengurus keluarga sendiri dan juga mereka yang telah renta.
Cinta kepada saudara seakidah akan menghancurkan tembok sekolah , rumah , suku , atau negara yang menyekat kita seperti susahnya perjuangan umat Islam Indonesia dalam membela Saudara-saudaranya yang tengah di bantai oleh tentara zionis israel keparat di palestina pada awal muharam lalu. Dalam hadist Mutafaq alaih dari anas dari Nabi S.A.W bersabda:
“Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”
Dan yang terakhir adalah kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya. Menurut Al-Zujaj:
“Cintanya manusia kepada Allah dan RasulNya adalah menaati keduanya dan ridho terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah S.A.W”
Nah sobat, inilah makna cinta bagi seorang muslim. Begitu Universal dan luas. Saking luasnya gak perlu dibatasi dengan hari khusus macam valentine day. Atau di ekspresikan dengan pacaran dan gaul bebas yang malah menghancurkan cinta itu sendiri kedalam jurang nafsu setan. Kita bisa mencintai sepanjang hari selama hidup kita dan tidak terbatas Cuma kepada lawan jenis saja. Karena itu , Syukurilah cinta dari Sang Pencipta cinta yaitu Allah S.W.T.
Serangan Budaya Didepan Kita
Sobat muda muslim , di era bobroknya globalisasi kayak sekarang , memang gak gampang menghindari serangan budaya sekuler barat. Dunia begitu sempit. Sementara jangkuan pengaruh budaya itu malah makin meluas dengan bantuan kecanggihan teknologi, baik di dunia maya maupun nyata arus budaya itu keluar masuk gak pake karcis dan bebas menyapa remaja. Kondisi ini diperparah oleh kampanye “selamatkan remaja dari status jomblo” melalui tayangan sinetron atau reality show yang bertemakan cinta remaja. Pada akhirnya, kian banyak remaja yang tergoda untuk ikut-ikutan gaul bebas dan menodai cintanya dengan lumuran hawa nafsu. Ancur dah! Lantas mesti gimana donk
Yaa, itulah hasil kebebasan ber ekspresi yang akhirnya berujung kebablasan ber ekspresi , dan demokrasi yang menjadi democrazy , semua orang gila berdemo untuk mempertahankan , melindungi , dan memperjuangkan aspirasi rakyat yang selalu dia acuhkan oleh penguasa pengkhianat umat. Budaya hedonisme yang menjadi-jadi ini menciptakan kerusakan moral remaja kian terpuruk , sehingga
Kemudian , untuk urusan cinta , islam udah ngatur ekspresinya biar gak ketuker dengan ayam jago yang main sosor aja kalo udah kebelet. Nggak ada tuh , yang namanya pacaran , HTS (Hubungan Tanpa Sex) , ataupun pacaran islami. Yang ada dalam Islam adalah mekanisme khitbah dan nikah untuk penyaluran hasrat mencintai lawan jenis, yang pastinya lebih mantap dari pada sistem pergaulan cowok-cewek yang di punyai oleh barat. Dan perlu dicatet, mekanismenya Islam ini bukanlah pilihan , tapi kewajiban. Allah SWT Berfirman:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan , akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa yang mendurhkai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat , sesat yang nyata. (QS Al-Ahzab[33]:36)
Selain itu , kita juga kudu berani berkata tidaaaaak …!’pada ajakan teman untuk bermaksiat kepadaNya. Seperti berpartisipasi dalam perayaan valentine day , tahun baru masehi , April mop , dugem , atau gaul bebas dengan lawan jenis. Ngapain juga kita kudu ngikut ajakan dia??? Demi nilai persahabatan??? Huh gombal! Seorang sahabat yang baik dan benar , pasti ngajak kita untuk taat , bukan untuk bermaksiat. Catet bro!
Oke deh sobat , kita bukan anak kecil lagi yang gampang latah ngikutin ajakan temen yang gak bener. Kita udah cukup dewasa untuk menjadikan hidup ini lebih berarti. Sebab hidup gak cuman sekali.
Dan belajar terus tentang Islam menjadi pilihan terbaik dalam mengisi masa muda kita. Jadi tunggu apa lagi??? Haruskah nunggu kita tua berbau tanah???. Mari kita sama-sama ikut berjuang demi melanjutkan kembali kehidupan Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyyah Manhaj Nubuwah ( Negara Khilafah Islamiyyah yang sesuai dengan tuntunan Kenabian Muhammad SAW)……Allahuakbar !!
Wallahu’alam bi’ash showab









1 komentar:
maaf ya mas numpang comen saya sendiri muslim..semua yang anda tulis itu semua tentang kejelekan sifat manusia ga ada hubungannya dengan valentine,valentine hanyalah sebua simbol yang di pakai seperti halnya jg idul fitri dan maulid.apa saran anda tentang idul fitri yang di rayakan dengan bermabuk ria,apakah idul fitri jg harus di hilangkan dari budaya kita.mendingan pikirin cara memperbaiki aklak manusia...apa sikap anda jika ad seorang muslim yang menggunakan moment valentine untuk sholat dan mendoakan ibu yg di cintainya
Posting Komentar